Déjà vu / Astral

    Author: AOMAGZ Genre: »

    Oleh: Nuel Lubis




    Luthfie 
    Dia itu orang teraneh yang pernah kujumpai. Walau aneh, entah kenapa aku jadi penasaran dengan isi kepalanya. Anak itu seperti punya magnet yang membuat banyak orang ingin mengenalnya lebih lanjut. Kontradiktif sekali, bukan? 

    Kebanyakan orang aneh yang kukenal itu biasanya cenderung dianggap seperti sebuah batu kerikil. Iya, batu kerikil. Seperti sebuah batu kerikil yang kebanyakan bentuknya itu aneh, seperti itulah orang-orang aneh. Saking anehnya, banyak orang jadi menganggap keanehan itu suatu hal yang biasa. Buat apa menyeriusi hal-hal aneh? Mungkin begitulah pemikiran sebagian besar aneh terhadap orang-orang aneh. 

    Tapi anak itu tidak. Ia batu kerikil yang ajaib. Mungkin ia sebetulnya bukan batu kerikil. Ia itu... seperti magnet. Beberapa magnet kadang memiliki bentuk yang aneh, bukan? Ambil contoh, magnet berbentuk seperti tapal kuda. Nah seperti itulah dirinya. Bentuknya aneh, tapi menarik perhatian banyak orang. 

    Ah aku jadi ingat salah satu keanehan anak itu. 

    Waktu itu, aku dan dia berada dalam sebuah rombongan. Rombongan anak-anak kelas dua belas yang berjalan-jalan ke sebuah pantai eksotis untuk merayakan kebersamaan terakhir kami sebagai pelajar SMA. Dan aku... aku kebagian duduk di samping anak aneh itu. Kami semua duduk sesuai nomor absen. 

    Sepanjang perjalanan, tiap melirik ke arah si Aneh, dia selalu memandangi pemandangan di luar jendela dengan begitu serius sekali. Seolah dirinya tak pernah bosan mengamati kondisi sekitar. Apa enaknya mengamati itu? Membosankan, iya. 

    Kutinggalkan dia yang masih terus mengamati. Aku lebih memilih untuk mendengarkan lagu di smartphone yang masih berada di kantong – sebelum nanti harus diserahkan setibanya di penginapan. Mendengarkan lagu-lagu cadas itu jauh lebih menarik daripada mengurusi si Aneh. Saking asyiknya mendengarkan lagu-lagu favorit, aku nyaris terlelap. Nyaris pula melupakan kehadiran si Aneh. Setidaknya itu sampai... 

    ...sampai si Aneh terpekik sendiri. Pekikannya membuyarkan mimpi. Aku yang masih mengenakan headset, jadi terbangun. Mataku kembali terfokus ke si Aneh. Telingaku mendengar kata-katanya yang entah mengapa jadi begitu menarik untukku. Itu: “Ah, aku ingat. Aku memang pernah ke pantai ini. Pantai ini sama dengan pantai yang kulihat di mimpiku dua bulan yang lalu.” 

    Hah? 

    Telingaku berdiri seketika. Pula aku jadi geleng-geleng kepala. Makin paham sudah mengapa dia dijuluki si Aneh oleh teman-teman. 




    Credit to: Felix Salvata





    Ami 
    Aku sama sekali tak pernah menganggap dia sebagai orang aneh. Demi Tuhan, tidak pernah sama sekali. Sebab bagiku tiap orang itu unik. Tak ada yang salah dengan keunikan yang membedakan orang satu dengan lainnya. 

    Bahkan sampai sekiranya ia melakukan hal tersebut. Aku tetap tak pernah menganggap dirinya sebagai sosok yang aneh. Memang apa aneh dengan membiarkan roh berjalan-jalan sendiri lalu menarik perhatian banyak orang? Mungkin ia tak sengaja membuat dirinya jadi perhatian banyak orang. Mungkin keahlian itu merupakan suatu hal yang biasa. Memisahkan roh dari raga itu – menurutku – suatu hal lazim. Sama lazimnya dengan seorang Mozart kecil yang piawai memainkan tuts-tuts piano. Sama sekali tak ada yang aneh. 

    Mereka saja yang terlalu berlebihan dalam menanggapi kelebihan tak biasa yang dipertunjukan olehnya. Meskipun aku harus akui, ia sungguh kelewatan. Melakukan tindakan tersebut di pagi hari, lalu menunjukannya di tengah khalayak,... ah, gila sekali dia itu! 

    Tapi melihat apa yang ia telah lakukan itu juga mengusik diriku. Aku kira hal-hal semacam itu tak lebih dari sebuah isapan jempol. Hanya sebuah fiksi yang dikarang oleh seorang yang gemar melamun. Ya ampun, coba pikir deh, melepaskan roh dari raga itu sama sekali tak logis; tidak ilmiah pula. Dari dulu aku juga tak memercayai keberadaan makhluk gaib. Bahkan keberadaaan Tuhan pun, aku masih sangsi. Hingga akhirnya, setelah kejadian tersebut, keyakinanku mulai goyah. 

    Sejak kejadian itu pula,... 

    ...ah lain kali, untuk seterusnya, aku harus lebih intensif dalam berhubungan dengan dirinya. Siapa tahu saja, setelah mengakrabi diri dengannya, ia mau menceritakan padaku soal itu semua. Mungkin juga ia bakal memberitahukan padaku bagaimana caranya melepas roh tersebut. Jujur saja, dari semenjak kecil, aku sudah terobsesi untuk bisa berhubungan langsung dengan makhluk-makhluk gaib. Keberadaan dunia mereka itu bagaikan sebuah magnet tersendiri yang membuatku harus mengetahuinya lebih lanjut. 

    Ah... seperti apa yah, dunia makhluk gaib itu? 



    Naya 
    Gadis paling modis di antara semua siswi kelas dua belas itu masih syok. Wajar ia masih syok. Sebab ia orang pertama yang melihat kejadian tersebut. Ia-lah yang kali pertama menyaksikan roh Galang melayang-layang di aula utama penginapan. 

    Ah mungkin gadis itu belum terbiasa dengan apa yang dilihat. Bagaimanapun pemandangan roh orang hidup melayang-layang di aula utama itu memang sesuatu yang ganjil. Itu kan bukan suatu fenomena yang bisa kalian lihat di dalam sebuah bus kota. Mungkin kita sudah terbiasa melihat kasus-kasus macam pemaksaan oleh seorang pengamen – atau kasus pencopetan. Tapi kasus seseorang yang melepaskan roh dari raganya, lalu membuatnya jadi bahan perhatian orang... oh tidak, jangan becanda yah, hal seperti itu kan tak begitu sering dilihat. 

    Lagipula harus melihat dimana peristiwa seperti itu lagi? Kalian mencari sampai Tierra del Fuego pun, rasa-rasanya kalian tak akan semudah membalikan telapak tangan bayi untuk menemukannya. 





    Galang 
    Sebelumnya aku minta maaf dulu untuk apa yang telah terjadi. Sumpah, aku termaksud untuk pamer. Karena selama melakukan astral projection ini, aku kira orang lain tak akan melihat rohku. Bukankah kebanyakan roh itu tembus pandang? 

    Soal kemampuan ini, bisa kukatakan kepada kalian, aku sudah amat terbiasa melakukannya. Aku hanya duduk bersila, mengosongkan pikiran, dan... blaaas, rohku tercabut dari tubuh. Tak butuh waktu lama hingga berjam-jam, sekejap mata tubuh itu kembali terisi. 

    Aku pun sudah puas melihat-lihat alam astral. Sudah kujumpai beragam jenis makhluk astral. Ada yang putih, ada pula yang hitam. Mulanya saat kalian mengalaminya, kalian akan terbengong-bengong. Kalian akan berlaku norak sekali kala mengamati ekspresi kalian di waktu tidur. Pula kalian akan ketakutan melihat segerombolan makhluk astral hilir- mudik. 

    Mereka itu sama seperti kita. Sebetulnya, kuberitahukan kepada kalian sebuah rahasia, mereka hidup di dunia yang sama dengan yang kita injaki. Bedanya, kedua makhluk itu saling tak melihat. Manusia tak dapat melihat makhluk astral. Begitupun sebaliknya. 

    Eh tunggu. Sepertinya makhluk-makhluk astral itu... ada sebagian yang bisa melihat. Manusia saja juga ada sebagian golongan yang bisa melihat. Pastilah mereka juga bisa. Apalagi, aku ingat, diriku pernah tampak seperti sedang diseringai oleh se-se-se... makhluk astral itu tergolong makhluk hidup atau bukan, teman-teman? 

    Yah kurang lebih seperti itulah dunia astral tersebut. Dunia itu dunia yang sama dengan dunia kita dengan beberapa sedikit perbedaan. Salah satunya itu, dunia astral itu memiliki sedikit warna. Segalanya terkesan suram di sana. Itulah sebabnya aku amat malas untuk menjelajahi dunia astral lagi. Apalagi berjumpa dengan makhluk astral. 

    Hmmm... 

    Andai saja tak ada tombol on/off-nya, mungkin sudah tak ada lagi seorang yang bernama Galang Sastro di tengah-tengah kalian. Jujur, kawan, aku lebih suka tercipta menjadi manusia normal. Iya, manusia normal – tanpa kelebihan bisa merasakan kehadiran mereka ataupun menebak isi kepala seseorang. Semuanya itu tak enak. Dan aku lebih suka untuk tidak diperhatikan daripada menjadi sumber perhatian atas karunia yang Allah telah berikan padaku ini.

    Leave a Reply

    Thanks for reading! Leave your responses here :)

    Tentang AOMAGZ

    AOMAGZ adalah sebuah online magazine. Tapi bukan majalah berita, majalah resep atau majalah fashion. AOMAGZ adalah majalah spesialis cerita : Cerpen, Cerbung, Flash Fiction, Serial, Dongeng, Cerita Anak dan lain-lain. Jelajahilah AOMAGZ sesuka hati kamu karena ada cerita baru setiap harinya (kecuali weekend). Enjoy!

    Readers



    Follow Us On Twitter Photobucket


    Guestbook