Bukit Cinta

    Author: AOmagz Genre: »

    Oleh : Aul Howler


        Katanya, bila sepasang kekasih menyatakan perasaan di bawah pohon satu-satunya di puncak bukit Liefde, maka semesta alam akan melindungi cinta mereka, membuatnya bertahan lama dan hanya maut yang sanggup memisahkan. Kudengar itu dari buku mitologi kebudayaan leluhur kami.

         Pecinta mana yang tak mendambakannya?

        Pagi ini adalah kali ketiga aku meminta Charlotte untuk menemuiku di puncak bukit. Ia tak tahu apa-apa mengenai mitos itu, membuat ku leluasa untuk mengajaknya tanpa menimbulkan rasa curiga. Dan ia selalu memenuhi permintaan ku. Walaupun setelah dua kali mencoba, aku selalu tak berhasil menyatakan perasaanku padanya. Aku ragu. Aku malu.

         "Sepertinya Kau amat menyukai tempat ini, ya?" tanya Charlotte.
         "Eh, iya.." jawabku terkejut. "Kenapa?"
         "Yah... ini sudah kesekian kalinya Kau mengajakku ke sini."

         Aku menunduk dengan pipi merona. Aku takut ia tahu apa alasanku yang sebenarnya. Tapi aku tak boleh membiarkan gadis ini mulai menerka-nerka apa tujuanku sering memintanya menemuiku di sini. Aku harus berhasil menyatakan perasaan ku padanya hari ini juga!

         "Charlotte.. Aku.. eh.. Aku sebenarnya..."
         "Apa?"
         "Aku... Aku memendam cinta. Padamu."
         "Maksud Mu?"
         "Aku ingin... Aku ingin kau mau menjadi kekasihku."

         Charlotte membelalakkan mata, tampak terkejut dengan apa yang kusampaikan padanya. Jantungku berdegup lebih kencang, melebihi hentak kaki Thor saat mengamuk di ujung samudera tempo hari. Tapi aku berusaha tenang, karena hal ini konon selalu terjadi setiap kali ada pasangan yang menyatakan cinta di bukit ini. Aku mengalihkan pandangan ke hamparan bebatuan cadas raksasa yang menyusun bukit terjal in agar wajahku tak merona di depan Charlotte.

         "Tapi... Kita tidak mungkin bersama..." bisik Charlotte.
         "Kenapa Charlotte? Kenapa?" potongku tak sabar.
         "Karena kau bukan seorang pria, Lidya. Aku tak bisa."

         Aku murka dan tak ingat melakukannya. Yang lihat setelah itu, tubuh Charlotte telah tergeletak tak bernyawa di salah satu ujung lancip batu cadas di kaki bukit Liefde.

         Ini jalan terakhir. Aku yakin semesta akan melindungi cintaku padanya.

    3 Responses so far.

    1. Ini si Aul ternyata ya... punya jiwa psikopat juga.. Hahaha... Becanda, Ul. Nggak nyangka deh lu bisa bikin cerita kayak gini. Plus mengangkat tema yang rada tabu (baca: lesbianisme).

    2. Btw mau nanya, ini gambar2nya darimana? Kok kayak jarang lihat sebelumnya di internet? Dokumentasi pribadikah?

    3. HAHAHAHAHA

      Kayaknya iya aku agak psikopat gitu ya -_-
      *ngerasa*

      Dari mbah google.
      Semua ada lho di sana. Jodoh doang yang gak ada di mbah google.
      #eh

    Leave a Reply

    Thanks for reading! Leave your responses here :)

    Tentang AOMAGZ

    AOMAGZ adalah sebuah online magazine. Tapi bukan majalah berita, majalah resep atau majalah fashion. AOMAGZ adalah majalah spesialis cerita : Cerpen, Cerbung, Flash Fiction, Serial, Dongeng, Cerita Anak dan lain-lain. Jelajahilah AOMAGZ sesuka hati kamu karena ada cerita baru setiap harinya (kecuali weekend). Enjoy!

    Readers



    Follow Us On Twitter Photobucket


    Guestbook